Jumat, 14 Oktober 2016

MENGENAL BUS BERKONFIGURASI QUAD AXLE







Halo Hauliners dalam beberapa tahun terakhir ini publik Indonesia diramaikan dengan adanya banyaknya bus-bus chassis premium yang membanjiri pasar Indonesia seperti  Mercedes Benz OH1830, Mercedes Benz OH836, Mercedes Benz  OH 2542, Scania K310, Scania K360, Scania K380, Scania K410, serta MAN R37 dll. 

Seiring dengan perkembangan jaman yang begitu pesat dan juga modernitas transportasi yang semakin cepat. Bus berkonfigurasi quade axle juga berkembang pesat khususnya di pasar Amerika Latin karena di negara-negara tersebut banyak menggunakan bus berkonfigurasi quade axle, bus berkonfigurasi 4 axle banyak keuntungan adalah salah satunya bus bisa dibuat lebih besar karena dengan axle yang lebih banyak tentunya bisa menanggung beban lebih berat, otomatis bus menampung lebih banyak  penumpang.
Berikut ini kami akan bahas bus berkonfigurasi 4 axle yang beredar : 

MERCEDES BENZ  O 500 RSD 2741 8X2

sesuai dengan penomoran Bus Mercedes, Angka 27 melambangkan beban berat kotor maksimum alias gross vehicle weight (GVW) 27 ton yang sanggup ditopang oleh bus ini. Sementara, angka 41 adalah merepresentasikan 410 horse power, tenaga maksimum yang bisa dihasilkan oleh mesin bus ini untuk melaju di jalan raya.

angka 8×2 merepresentasikan bus ini mempunyai  8 titik roda, empat di kanan dan empat di kiri untuk menopang tubuh bongsornya. Sedangkan Penggeraknya ada pada sepasang axle di roda belakangnya.
Mercedes-Benz O500 RSDD 2741 8×2 menyandang mesin MB OM 467 LA, enam silinder vertikal dengan turbo intercooler, 11.967 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 300 Kw pada 2000 rpm  dan torsi  maksimum 1900 pada 1100 rpm.

VOLVO B430R 8X2 

salah satu pabrikan lain dari Eropa adalah Volvo.  Volvo mengeluarkan chassis Volvo B430R 8x2. Chassis ini ditenagai oleh mesin diesel Volvo  seri D11A, dengan  unit injeksi independen, 6-silinder, 4 katup per silinder, overhead camshaft, turbocharged, Intercooler, Chasis bus ini juga sudah dilengkapi sensor pemadam api secara otomatis.


Selain dibekali dengan beragaman teknologi yang bermutakhir dengan mengaplikasikan sistem rem cakram pada semua sumbu masih didukung juga oleh sistem EBS  yang mencakup 5 fungsi yaitu :

·         ABS (Anti-lock Bracking Sistem)
·         ASR (Peraturan Slip Kecepatan)
·         Pil otonomi
·         Pengereman cerdas (retarder / VEB + layanan Reindeer secara bersamaan)
·         Bantuan pengereman darurat
·         Sistem bantuan di awal ( HSA )


SCANIA K410

scania juga ikut meramaikan pasar tersebut   dengan meluncurkan Scania K 410 versi 8×2, angka 41 adalah merepresentasikan 410 horse power, tenaga maksimum yang bisa dihasilkan oleh mesin bus ini untuk melaju di jalan raya. angka 8×2 merepresentasikan bus ini mempunyai  8 titik roda, empat di kanan dan empat di kiri untuk menopang tubuh bongsornya. Sedangkan Penggeraknya ada pada sepasang axle di roda belakangnya.

Scania K410 8x2 menyandang mesin Scania seri  DC 13 , enam silinder  vertikal dengan turbo intercooler, 13.000 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 410 HP  @ 1900 rpm dan torsi  maksimum 2000 nm @1000-1350 rpm. Transmisi  menggunakan GEARBOX GR875R, 8-speed Scania Opticruise.
Selain itu juga chassis scania dibekali juga fitur - fitur  seperti Independent front suspension , dan air suspension. Safety juga sangat diperhatikan dengan penyematan  Electronic Braking System (EBS),  Electronic Stability Programme (ESP), Scania Retarder and Traction Control (TC) .
Demikian dengan adanya tulisan ini mudah-mudahan dapat bermanfaat demi kemajuan transportasi di Indonesia 

Salam Haulin Indonesia



Poskan Komentar